Pengalaman Pertama Masuk Kuliah

Setelah memverifikasi berkas saya pun mengikuti yang namanya TAC (training academic character) untuk membentuk karakter kita agar dapat menjadi lebih baik lagi. Hari pertama dari TAC ini sangatlah menyenangkan bahkan sholat jumat pun kami di dalam ruangan auditorium Unand. Setelah sholat kami makan siang bersama dan melanjutkan acara sampai dengan hari ke – 3 seperti itu terus – menerus.

Lalu tak lama kemudian kami mengikuti yang namanya BAKTI(Bimbingan Aktifitas Kemahasiswaan dalam Tradisi  Ilmiah), di Bakti ini kami dikenalkan dengan apa – apa saja kegiatan kampus seperti mapala,pramuka,BEM(badan eksekutif mahasiswa),pers kampus,menwa(resimen mahasiswa),pandeka,aiesec,rabbani,dll.

Acara Bakti Universitas sangatlah asik karena kita dapat bertemu keluarga baru yang bukan hanya dari fakulas masing – masing  melainkan dari satu Universitas. Bakti Universitas dilaksanakan selama 3 hari berturut – turut dan tidak kalah menyenangkan dari acara TAC yang dilakukan sebelum Bakti ini.  Walaupun acaranya mirip dengan TAC, namun bedanya dalah kalau di TAC kita di bagi berdasarkan jalur masuk seperti SNMPTN,SBMPTN,SMMPTN.

Jadi pada saat TAC yang masuk dari jalur SBMPTN tidak akan bertemu dengan yang lolos dari seleksi SNMPTN karena jadwal yang berbeda. Pada masa Bakti Univ lah kita dari semua jalur masuk di kumpulkan menjadi 1 di gedung auditorium Unand.

Setelah dilaksanaknnya Bakti Universitas kita yang maba ini melanjutkan kembali Bakti Fakultas. Di Bakti fakultas ini kita hanya bertemu dengan teman – teman 1 Fakultas saja selama acara berlangsung. Walaupun kita di pisah menjadi beberapa Fakultas yang tersedia dan tidak sebanyak Bakti Univ, namun acaranya tidak kalah meriah dari Bakti Univ.

Disini lah waktu kita bisa sharing hal – hal kepada uda uni senior kita untuk mengetahui bagaimana di FTI itu sendiri. Bakti Fakultas diadakan selama 3 hari juga dan selama kita di FTI kita di wajibkan untuk memakai pita berwarna abu – abu yang merupakan warna dari Fakultas kita.

Mungkin sekian dulu pada kesempatan kali ini, apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan isi di kolom komentar dan jangan lupa like. Terima kasih

Iklan

Pendaftaran ulang Universitas andalas

Pada tanggal 03 juli 2018 jam 15.00 adalah saat dimana titik dimana dan kemana saya akan melanjutkan pendidikan saya. Tanggal 03 tersebut adalah waktu pengumuman hasil SBMPTN yang juga bertepatan dengan pelaksanaan ujian STAN ( sekolah tinggi administrasi negara ), saat itu saya tidak tahu yang mana akan saya priotitaskan untuk melanjutkan pendidikan.

Pada saat ujian stan tersebut saya mulai panik akan menantikan hasil SBMPTN yang sangat di tunggu – tunggu. Lalu akhirnya nama saya keluar dan saya ke Universitas Andalas untuk memverifikasikan berkas dan mengikuti serangkaian acara yang sudah disediakan oleh pihak dari Universitas Andalas.

Hari saat saya mendaftar ulang dan membawa berkas dan pada saat giliran saya ternyata saya lupa untuk melegalisir rapor dan lupa membawa surat – surat lainnya , awalnya saya takut karena saya kira tidak akan diterima di Universitas Andalas dan tidak dapat menyambung pendidikan di Univeristas Andalas. Pada saat pemeriksaan berkas saya dimintai berkas yang kurang tersebut dan saya mengatakan apa adanya dan saya diberi tenggang waktu sampai keesokan harinya paling lambat jam 16.00 di gedung Fakultas Teknologi Informasi.

Setelah saya tahu bahwa ada berkas yang kurang saya pun menelphone saudara yang berada di Bukittinggi untuk membantu saya dalam mengurus kembali berkas yang kurang ke sekolah. Saya akui bahwa saya saat itu sangat lalai dan menggampangkan segala masalah sehingga keteteran , setelah diurus oleh sauadara saya yang beraa di Bukittinggi saya pun meminta tolong agar di kirimkan ke Padang secepatnya. Berkas saya pun dikirimkan dari Bukittinggi siang dan saya langsung menuju ke tempat pengiriman berkas itu pada malam hari.

Keesokan harinya saya menuju kampus Universitas Andalas untuk mengikuti beberapa runtutan acara yang sudah disediakan oleh panitia acara dan saat itu pun saya meminta izin agar bisa keluar barisan untuk memberi berkas yang kurang tersebut ke Fakultas Teknologi Informasi. Setelah dapat izin saya langsung ke FTI dan akhirnya berkas saya lengkap dan saya melanjutkan acara seperti teman-teman yang lain.

Sekian ulasan kita pada kesempatan kali ini, jangan lupa like dan comment. Jangan ceroboh dalam melakukan sesuatu dan jangan menganggap remeh sesuatu. Terima kasih.

Masa-masa sulit SBMPTN

Setelah menempuh pendidikan di SMP Xaverius, saya pun kembali melanjutkan ke SMA Xaverius. Saya tamat SMA pada umur 17 tahun, dan sekarang saya berusia 18 tahun dan tahun ini adalah salah satu tahun dimana paling menyenangkan sekaligus melelahkan. Rasa lelah ini karena rasa tidak percaya diri bisa lolos ke Universitas Andalas, capek belajar terus, apalagi godaan game yang sanagt lah besar.

Game merupakan halangan yang lebih besar dari pada tembok cina yang dapat menghadang dan menutup kesempatan kita untuk berkembang dan juga menjadi sukses. Pada akhirnya rasa lelah yang timbul itu pun terbayarkan karena saya masuk ke universitas yang saya inginkan dan bukan hanya itu, selain masuk ke dalam universitas yang terkenal ini saya juga diterima di jurusan yang sangat saya dambakan, yah walaupun saya memang kurang menguasai materi pembelajaran di jurusan ini.

Saya sangat bersyukur dapat masuk di jurusan yang termasuk jurusan paling ketat dalam seleksi masuk ke universitas andalas ini. Saat ujian sbmptn saya merasa tidak yakin saja dan bahkan saya pesimis bisa menyambung pendidikan di universitas ini. Awalnya teman-teman saya tidak percaya bahwa saya dapat masuk di universitas ini, namun  setelah saya membuka portal sbmptn dan melihat bahwa nama saya ada di jejeran nama yang berhasil melalui seleksi masuk ke perguruan tinggi ini dan saat saya memperlihatkan kepada teman-teman saya dan mereka masih belum percaya.

Namun sekarang adalah saat dimana saya memiliki tugas yang jauh lebih berat dari pada saat masih di SMA dulu. Bukan hanya belajar lagi, tapi disini lah saat dimana kita belajar untuk lebih dewasa lagi. Lebih menjadi dewasa dalam bertindak, dalam berpikir, dan juga dalam menghadapi masalah yang menghadang. Namun apabila kita dapat mengatur waktu untuk bermain dan belajar kita atur dengan sebaik mungkin kita akan bisa sukses dan kita juga dapat bermain seperti yang lainnya.

Sekian ulasan dari saya tentang bagaimana tentang cara dan proses untuk masuk ke Universitas andalas. Jangan lupa untuk tinggalkan like dan comment yang membangun. Terima kasih.

Its Me

Perkenalkan nama saya Ghani Arrasyid Zulkarnaen,saya lahir di dan besar di Kota Bukittinggi. Bukittinggi merupakan kota yang sangat indah dengan cuaca yang agak sedikit lebih dingin dari kota-kota lainnya. Saya dahulu memulai sekolah di tk al-azhar dan masuk ke sekolah swasta SD Fransiskus, di SD Fransiskus saya merasa senang karena guru-guru kami baik,ramah,penyabar,dan juga penyayang.

Setelah 6 tahun saya melewati masa pendidikan di SD Fransiskus saya mendapat perlakuan yang sangat tegas dan sangat disiplin. Bahkan karena disiplin yang tinggi yang sudah diajarkan seak kecil hingga sekarang pun terbawa disiplin. Selama di SD Fransiskus saya di tidak hanya diajarkan Disiplin saja melainkan diajarkan bagaimana tata krama ke guru,teman sebaya,dan juga orang tua.

Setelah tamat di SD Fransiskus saya melanjutkan program study saya ke SMP Xaverius yang juga tergabung dalam lingkupan yayasan Prayoga(Yayasan Prayoga Bukittinggi ini terdiri atas TK,SD,SMP,SMA). Di SMA Xaverius saya juga mendapat perlakuan yang sama dan mungkin lebih keras lagi disiplin di SMP Xaverius lagi, sangking rajinnya saya dan teman-teman saya tidak ada lagi yang namanya mencontek,mengganggu teman saat belajar di kelas bahkan mengganggu teman saat istirahat makan pun tidak.

Sekolah saya dahulu memang terkenal dengan julukan sekolah katolik yang berada di bawah naungan organisasi gereja, namun selama saya bersekolah di sana dari mulai SD sampai dengan SMA saya tidak ada merasakan yang namanya diskriminan agama. Saya bersama teman-teman saya yang non-muslim berteman seperti biasa, malahan mereka yang sering mengingatkan kita untuk beribadah ketika kita sedang terbawa suasana sehingga lupa untuk beribadah.

Selama sedang melakukan ibadah tidak ada satu orang pun dari teman-teman saya yang mengganggu ibadah saya, malahan saya merasa tenang juga dalam beribadah karena merasa tidak ada yang mengganggu seperti itu. Walaupun saya bersekolah di sekolah katolik, namun agama yang lebih mayoritas agama islam yang berada disana. Hal ini menunjukkan bahwa bukan agama yang membuat kita menjadi percah, namun agama lah yang membuat kita saling menghargai satu sama lain.

Sekian ulasan dari saya pada saat ini sampai jumpa di blog sealnjutnya. Jangan lupa untuk like dan comment yang membangun, terima kasih.